Frequently Asked Questions

Pendirian Asosiasi ini merupakan amanat dari Undang-Undang No. 10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi pada Bab VA bahwa asosiasi industri perdagangan berjangka merupakan wadah berbentuk badan hukum yang bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan para anggotanya dan pengembangan Industri Perdagangan Berjangka Komoditi di Republik Indonesia. Pendirian Asosiasi ini sangat penting bagi industri perdagangan berjangka dan diharapkan Asosiasi dapat menjadi saluran komunikasi dengan semua pemangku kepentingan dan ikut meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam sektor perdagangan berjangka melalui pendidikan dan pelatihan dan meningkatkan profesionalisme, serta kompetensi.

Pendirian Asosiasi Industri Perdagangan Berjangka dilaksanakan berdasarkan Peraturan Kepala Bappebti No. 111/BAPPEBTI/PER/01/2014 tentang Asosiasi Industri Perdagangan Berjangka. Selanjutnya disusun Panitia Pengarah (Steering Committee) dalam rangka mempersiapkan pendirian Asosiasi Industri Perdagangan Berjangka Komoditi berdasarkan Keputusan Kepala Bappebti No. 02/BAPPEBTI/KEP/01/2014. Setelah lebih dari 1 (satu) tahun Steering Committee bekerja, maka pada tanggal 12 Februari 2015 di Jakarta diselenggarakan Rapat Anggota untuk memilih Ketua dan Anggota Dewan Pengawas serta Ketua dan Anggota Dewan Pengurus. Untuk pertama kali dalam rangka pendirian Asosiasi, pemilihan dan pengangkatan Dewan Pengawas yang berasal dari Tokoh-tokoh Perdagangan Berjangka dan Dewan Pengurus Asosiasi dilakukan oleh Pendiri/ Promotor Asosiasi.

Persetujuan Aspebtindo secara resmi dikeluarkan berdasarkan Keputusan Kepala Bappebti No. 19/BAPPEBTI/SP/04/2015 tanggal 24 April 2015. Dengan diterbitkannya Persetujuan kepada ASPEBTINDO oleh Bappebti, maka dua organisasi di lingkungan perdagangan berjangka yang sebelumnya telah ada, yaitu Asosiasi Pialang Berjangka Indonesia (APBI) dan Ikatan Perusahaan Pedagang Berjangka Indonesia (IP2BI) resmi melebur menjadi Aspebtindo yang merupakan satu-satunya organisasi di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi di Indonesia.

Dasar hukum pendirian ASPEBTINDO diatur dalam:

  1. Undang-undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi Bab V A Pasal 44 a dan 44 b;
  2. Peraturan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor: 111/Bappebti/Per/01/2014 Tentang Asosiasi Industri Perdagangan Berjangka;
  3. Akta Pendirian Nomor 31 Tanggal 18 Februari 2015 yang dibuat oleh Notaris DR. Teddy Anwar, SH, SPN yang telah mendapatkan pengesahan Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0002937.AH.01.07 Tahun 2015 tanggal 19 Agustus 2015

Persetujuan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor: 19/Bappebti/SP/04/2015 tanggal 24 April 2015 tentang Persetujuan Asosiasi Industri Perdagangan Berjangka kepada Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO)

  • VISI

Terwujudnya Asosiasi yang mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan serta memperkuat integritas industri Perdagangan Berjangka Komoditi di Indonesia.

  • MISI
  1. Meningkatkan kinerja Perdagangan Berjangka Komoditi yang bertumbuh dan berkembang secara berkelanjutan, wajar, transparan, serta sesuai praktek Industri berjangka yang berstandar Internasional;
  2. Mewujudkan pelaku Perdagangan Berjangka yang berkualitas dan berintegritas.
  • TUJUAN
    1. membantu perkembangan Perdagangan Berjangka Komoditi dengan bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan;
    2. mengupayakan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam sektor Perdagangan Berjangka Komoditi melalui pendidikan dan pelatihan;
    3. meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan kepatuhan para Anggotanya terhadap peraturan perundang-undangan terutama peraturan perundang-undangan di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi melalui penerapan kode etik profesi;
    4. memperjuangkan kepentingan para Anggotanya di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi; dan
    5. melakukan sosialisasi kepada para Anggotanya di seluruh Indonesia.
  • Sesuai Peraturan Kepala Bappebti No.  111/Bappebti/Per/01/2014 Tentang Asosiasi Industri Perdagangan Berjangka, tugas ASPEBTINDO adalah :
    1. Memberikan pelayanan prima kepada para anggotanya di dalam pengembangan usahanya khususnya yang terkait dengan pengembangan kontrak dan produk yang akan diperdagangkan;
    2. menyediakan informasi kepada para Anggota yang terkait dengan kebijakan yang diterbitkan oleh Bappebti, Bursa Berjangka, Lembaga Kliring Berjangka, dan instansi lainnya yang terkait dengan industri Perdagangan Berjangka;
    3. menyelenggarakan pertemuan dengan para Anggota untuk membahas isu-isu penting yang terkait dengan kepentingan Anggota;
    4. menyelenggarakan pendidikan dan latihan bagi calon Wakil Pialang Berjangka, Wakil Penasihat Berjangka, Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka, dan pihak-pihak lain yang ingin berprofesi di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi;
    5. menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi;
    6. membantu menyelesaikan perselisihan yang terjadi antar Anggota;
    7. melakukan  kerjasama dengan lembaga dalam negeri dan luar negeri dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia dan komoditi yang akan diperdagangkan di Bursa Berjangka;
    8. mewakili Anggota dalam pertemuan-pertemuan secara nasional maupun internasional yang memberikan manfaat bagi Anggota;
    9. melakukan pembinaan terhadap Anggota untuk menjaga integritas industri Perdagangan Berjangka dan pemenuhan tanggung jawab Anggota terhadap kewajiban-kewajibannya;
    10. menyusun kode etik profesi dalam pelaksanaan kegiatan di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi;
    11. melakukan penegakan kode etik profesi;
    12. meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan kepatuhan para anggotanya terhadap peraturan perundang-undangan terutama peraturan perundang-undangan di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi;
    13. memperjuangkan kepentingan para Anggota secara eksternal berupa nasihat hukum, bantuan hukum, dan mediasi; dan
    14. menyusun peraturan dan tata tertib Asosiasi dan perubahannya.
TIPE ANGGOTA PERUSAHAAN/PERORANGAN
TIPE A Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka.
TIPE B Pialang Berjangka Peserta Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) dan Pedagang Berjangka Penyelenggara Sistem Perdagangan Alternatif (SPA).
TIPE C Pialang Berjangka, Pedagang Berjangka, Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka.
TIPE D Wakil Pialang Berjangka, Wakil Penasihat Berjangka dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka.
TIPE E Bank Penyimpan Margin Dana Kompensasi dan Jaminan.
TIPE F Pihak-pihak lain yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Persyaratan dan prosedur menjadi anggota Asosiasi ditetapkan sebagai berikut :

  1. Mengajukan permohonan dengan mengisi formulir yang sudah disediakan
  2. untuk keanggotaan perusahaan, mengisi lembar permohonan keanggotaan perusahaan oleh Direksi Perusahaan dengan melampirkan data perusahaan : ijin usaha, NPWP,akte pendirian dan perubahan terakhir;
  3. untuk keanggotaan perorangan, mengisi lembar permohonan keanggotaan perorangan i oleh wakil pialang berjangka, wakil pengelola sentradana berjangka, wakil penasihat berjangka dan profesi perorangan lainnya; dengan melampirkan izin dari Bappebti bagi Wakil Pialang Berjangka, Wakil Pengelola Sentradana Berjangka, Wakil Penasihat Berjangka, atau sertifikat/dokumen bagi profesi perorangan lainnya
  4. bersedia mematuhi peraturan asosiasi
  5. status keangotaan dianggap sah bila telah memenuhi persyaratan dan prosedur yang ditetapkan oleh asosiasi.
  6. anggota yang sah akan menerima sertifikat keanggotaan dari asosiasi.

Berdasarkan Tipe Keanggotaannya, setiap Anggota ASPEBTINDO mempunyai hak sebagai berikut :

 

TIPE ANGGOTA HAK ANGGOTA
TIPE A ·        mengajukan calon Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus;

·        menghadiri Rapat Umum Anggota Tahunan, Rapat Umum Anggota Luar Biasa, Rapat Umum Anggota Pemegang Hak Suara  serta kegiatan asosiasi;

·        mengajukan pendapat dan/atau saran untuk tercapainya tujuan organisasi; dan

·        bertindak sesuai dengan kewenangannya  sebagaimana diatur Undang-Undang Perdagangan Berjangka Komoditi  dan peraturan pelaksananya.

TIPE B ·        mengajukan calon Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus.

·        menghadiri Rapat Umum Anggota Tahunan, Rapat Umum Anggota Luar Biasa, Rapat Umum Anggota Pemegang Hak Suara  serta kegiatan asosiasi.

·        mengajukan pendapat dan/atau saran untuk tercapainya tujuan organisasi.

TIPE C ·         mengajukan calon Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus.

·         menghadiri Rapat Umum Anggota Tahunan, Rapat Umum Anggota Luar Biasa, Rapat Umum Anggota Pemegang Hak Suara  serta kegiatan asosiasi sesuai dengan persyaratan programnya.

·         mengajukan pendapat dan/atau saran untuk tercapainya tujuan organisasi

TIPE D ·          menghadiri Rapat Umum Anggota Tahunan serta kegiatan asosiasi sesuai dengan persyaratan programnya.

·          mengajukan pendapat dan/atau saran untuk tercapainya tujuan organisasi

TIPE E ·           menghadiri Rapat Umum Anggota Tahunan, Rapat Umum Anggota Luar Biasa, Rapat Umum Anggota Pemegang Hak Suara  serta kegiatan asosiasi sesuai dengan persyaratan programnya.

·           mengajukan pendapat dan/atau saran untuk tercapainya tujuan organisasi

TIPE F ·        menghadiri Rapat Umum Anggota Tahunan serta kegiatan asosiasi sesuai dengan persyaratan programnya.

·        mengajukan pendapat dan/atau saran untuk tercapainya tujuan organisasi

 

Sedangkan kewajiban seluruh Anggota adalah  mematuhi dan melaksanakan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Kode Etik dan segala keputusan yang ditetapkan oleh pengurus serta membayar uang pendaftaran dan iuran keanggotaan.