Bappebti Grebek Bisnis Forex Illegal di Pekanbaru

PEKANBARU, CITRAINDONESIA.COM- Kembali muncul Nyali alias Taji Bappebti. Padahal lembaga di bawah Presiden Sjoko Widodo, bernama Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, harusnya tajinya super tajam dan tegas mengganyang oknum- oknum pialang abal- abal. Jadi bukan “Macan Ompong” seperti terjadi akhir- akhir ini.

“Bappebti menghentikan bisnis investasi Forex Ilegal di Pekanbaru,” begitu pengantar siaran persnya di Pekanbaru Jakarta, Jumat (8/4/2016).

Rezim “kecil” Bappebti sudah berganti. Rezim baru muncul. Berani menggrebek segala. Artinya lembaga tidak lagi lembaga yang lebay walau sebenarnya super body. Hebat memang. Ini cara rezim Bappebti yang baru memberikan secercah harapan bagi masyarakat.

Dalam kasus ini, Bappebti bekerjasama penyidik Korwas Polda Pekanbaru langsung action demi melindungi ketidaktahuan masyarakat yang termakan iming- iming oknum pialang.

Bahwa Penyidik Bapebti Kementerian Perdagangan RI didampingi Korwas PPNS Polda Riau, Dinas Perindag Prop. Riau, dan Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi (Aspebtindo) sudah resmi menutup bisnis illegal itu.

Di mana, untuk mengelabui calon konsumennya, oknum pengusaha sempat melakukan seminar atau workshop forex di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru.

Oknum itu bernama Bambang Sugiarto, kegiatannya diduga disponsori broker luar negeri (FBS Finance Freedom Success) yang tidak terdaftar di BAPPEBTI melalui sebuah SARANA seminar/workshop yang tidak memiliki izin dari BAPPEBTI.

Seminar atau workshop tersebut diduga melanggar Pasal 49 ayat (1a) jo. Pasal 73D ayat (1) Undang-Undang No. 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi sebagaimana diubah oleh Undang-Undang No. 10 Tahun 2011 (UU No. 10 Tahun 2011) dengan ancaman pidana 5-10 tahun dan/atau denda Rp 10-20 Milyar yang berpotensi menjadi sarana pengrekrutan masyarakat untuk menjadi nasabah dan selanjutnya berinvestasi di FOREX DAN GOLD.

Masih menurut Bappebti, kegiatan ini terungkap atas pengaduan nasabah kepada Bappebti, si nasabah mengalami kesulitan dalam melakukan penarikan dana (withdrawal) di broker luar negeri.

Awalnya, si nasabah tak disebut nama itu menyebutkan ia tertarik begitu mengikuti seminar atau workshop forex yang diadakan oleh salah satu broker luar negeri itu karena memang diduga sebagai penipu.

Bappebti berharap kepada masyarakat Indonesia agar berhati-hati dalam mengikuti kegiatan berkedok pelatihan atau seminar atau workshop forex yang pada akhirnya diiming- imingi untung besar. Tapi yang ada buntung.

Sebagai informasi, kini ada 67 perusahaan Pialang Berjangka, 2 Bursa Berjangka, dan 2 Kliring Berjangka yang telah memperoleh izin usaha dari Bappebti, serta 1 asosiasi yang telah mendapat persetujuan dari Bappebti.

Bappebti menghimbau, bagi anda yang ingin berinvestasi di bisnis itu lebih baik di perusahaan yang terfdaftar di Bappebti. Kendati begitu anda tetap waspada dan lakukan terlebih dahulu sbb;

1. Melakukan pengecekan legalitas perusahan Pialang Berjangka (broker) di website (www.bappebti.go.id)
2. Mengenali jenis investasi yang akan digunakan apakah berisiko atau tidak
3. Mengecek apakah memiliki rekening terpisah atau tidak untuk penampungan dana Nasabah
4. Tidak terimingi-imingi janji pasti untung dan penghasilan tetap (fixed income)
5. Menghubungi Bappebti, bilamasih meragukan jangan segan untuk menghubungi otoritas, tanyakan legalitas, mekanisme transaksi yang ada di: email: http://www.bappebti.go.id/id/id/pages/contact.html Nomor telepon (021) 31924744

Sumber

Share this post